just one day review non spoiler dazzling books

Just One Day oleh Gayle Forman (NON SPOILER REVIEW)

 

29474233

Just One Day (Satu hari saja) // Gayle Forman // PT Gramedia Pustaka Utama // 400 halaman

(Young Adult – terjemahan – paperback)

add to goodreads

Seumur hidup, Allyson Healey anak baik-baik. Lalu pada hari terakhir tur ke Eropa, ia bertemu Willem. Cowok Belanda itu aktor drama berjiwa bebas, sama sekali tidak seperti Allyson. Namun, ketika Willem mengajaknya meninggalkan rombongan dan ikut ke Paris, Allyson setuju. Keputusan spontan yang tidak sesuai dengan sifat Allyson ini membuatnya mengalami hari yang penuh risiko dan romantis, kebebasan, dan kemesraan: 24 jam yang mengubah hidupnya

four star rating

“Apapun bisa terjadi dalam satu hari”

Satu hari bisa jadi tolak putar kehidupan yang heboh, Allyson merasakannya. Bertemu dengan Williem yang mempesona sekaligus misterius membuatnya ingin menjadi seseorang yang lain, seseorang yang lebih dari sekedar Allyson biasa. Allyson yang biasa tidak akan mengambil resiko besar. Tetapi Allyson yang bertemu Williem merasakan dia bisa lebih, dia mau lebih, jadi dia dengan senyum dan berdegup antusias setuju untuk menghabiskan satu hari di Paris. Hari itu penuh kejutan, hari-hari setelahnya pun berubah dan Allyson harus mengalah pada konsekuensinya.

 

Saya selalu cari dan cenderung lebih suka cerita yang alurnya tergerak oleh tokoh dan perubahannya. Buku ini salah satunya. Ditulis oleh Gayle Forman, saya jadi tergerak membeli walaupun kalau dinilai dari sinopsisnya saja saya tidak begitu tertarik. Waktu saya beli buku ini, saya pikir buku ini mirip Anna and the french kiss tapi saya salah.

Ahkir dari buku ini membuat saya berharap saya sama beraninya untuk travelling. Makin dipikirkan, saya makin belajar banyak dari buku ini. Tetapi tidak dari awal saya terpesona oleh buku ini. Justru pada awalnya saya sangat sebal dengan tokohnya, Allyson, sampai saya sempat berpikir untuk berhenti baca. Saya pikir si Allyson ini sangat tidak berterima kasih dengan keadaan dan apa yang dia punya. Saya juga tidak menyukai cara berpikir dan pilihannya. Mungkin di pengaruhi juga dengan budaya yang ada di buku ini. Bersetting  di Eropa dan karakter yang berkewarganegaraan Amerika, nilai budaya dan kebiasaan yang ada di buku ini kadang jauh berbeda dengan yang dianut orang Asia (seperti saya) jadi kadang ada perasaan tidak nyaman saat mengikuti kisah Allyson lewat jalan pikir dan kebiasaannya.

Keputusan spontan Allyson untuk pergi ke Paris dengan orang asing, Williem ini juga cukup membuat saya kaget. Dari awal dan dari sinopsisnya, saya tidak begitu suka dengan arah ceritanya. Saya pikir, mengapa satu hari dengan orang asing di gambarkan sebagai sesuatu yang romantis, bahwa satu hari bisa mengubah perasaan dan jalan hidup seseorang. Membaca buku ini pada awalnya saya seperti kumur kumur dengan topik cerita ini, jika saya terus berkumur dan membaca, apa cerita ini sesuatu yang saya lepeh atau saya telan. Ahkirnya saya baca sampai ahkir, dan saya cukup terkesan dengan alur yang diberikan.  I was pleasantly surprised with the twist to the story. 

Konflik yang ada dalam buku ini nggak cetek, saya suka. Apa yang saya pikirkan tentang fenomena “satu hari dengan si x mengubah dunia” dipermainkan oleh Gayle Forman dari sesuatu yang saya anggap aneh dan tidak masuk akal menjadi sesuatu yang realistis dan membawa pelajaran. Ceritanya juga tidak hanya mengetuk pikiran tapi juga hati. Gimana sih, bukan, Gayle Forman rasanya kalau tidak membuat cerita yang menyentuh dan membuat berpikir. Saya banyak dapat pelajaran karena mengikuti kisah Allyson dan melihat dia buat pilihan buruk dan baik dan menerima konsekuensi dan belajar jadi lebih baik. Saya sebetulnya bisa bicara lebih jauh mengenai konflik yang ada di buku ini tetapi lebih baik membaca buku ini dengan sendirinya untuk cari tahu.

Paris dan Shakespeare keduanya terkenal sedunia dan banyak orang yang tertarik karena keduanya elemen yang cukup besar pada buku ini. Justru untuk saya, keduanya sangat asing. Cukup seru mengenal Paris lewat tulisan apik Gayle Forman (yang di terjemahkan juga dengan luwes, menurut saya) tetapi saya tetap tidak bisa relate dengan filosofi Shakespeare jadi saya tidak tahu seberapa banyak seharusnya filosofi itu harus mempengaruhi ceritanya , terutama karena tokoh tokoh di cerita ini rasanya sudah meresapi nilai nilai dari karya seorang Shakespeare dan memperlakukan kepingan dari karya Shakespeare sesuatu yang biasa untuk dibicarakan atau di pikirkan, dll. Walaupun begitu saya tetap suka dengan aspek tersebut (Shakespeare) dan bumbunya di cerita ini.

Di pertengahan sampai ahkir saya tidak terpikir untuk berhenti baca, saya malah sangat meresapi kisah Allyson dan perubahan pada hidup dan pada dirinya secara personal. This book taught me how is it for someone to get lost and how to find themselves. 

divider

Singkatnya

Meski awalnya tidak begitu spesial, buku ini pada ahkirnya ada di rak yang spesial. Lepas dari rasa asing saya terkait beberapa aspek di buku ini, Just One Day memberikan pengalaman membaca dan pelajaran yang saya tidak akan lupa. I highly recommend this book. Buku ini cocok untuk remaja terutama yang umurnya 15-18 tahun. Bisa juga untuk siapapun yang suka berpetualang, yang suka cerita dengan fokus perkembangan tokoh, and those who are ready to get lost. 

 

 

Happy day to you, keep reading, keep learning. 

signature

 

 

 


BOOKTUBE : http://www.youtube.com/dazzlingbooks

TWITTER : http://www.twitter.com/dazzlingbooksID

INSTAGRAM : http://instagram.com/dazzlingbooks

TUMBLR: http://dazzling-books.tumblr.com

Hello, welcome to one of my creative spaces. My name is Hanna (no, not Dazzling, sorry) . I am Indonesian and I am faaaar younger than my country. I like to daydream and think and write and read and drink tea. Sometimes the combination of those push me to create videos on youtube or ramble somewhat prettily (and messily) on the internet somewhere (blog/twitter/bookblog). I’m someone who likes to have a real desk and chair and music to be in “the writing zone”. Someone who likes to look fancy and kick Monday in the butt but is also game to stay curled up with a good book in her pajama pants. I like talking about books, it’s the how sometimes get quite me frustrated (the words and vibe and all).  Thank you for visiting. Comment if you’re so inclined. I can be contacted through my email : hannabellajuly@gmail.com

Advertisements